- I’ve made it, on the 28th of this April.
waktu lagi asik leyeh-leyeh ngadem di tempat tidur yang udah lumayan usang untuk ukuran gue, tiba-tiba temen gue nyamperin : “eh lo besok terbang, sekalian solo check”. sambil berusaha tenang : “oh iya ya?”, dan hanya sebatas itu reaksi gue. setelah dia berlalu, gue masih tetap berusaha tenang. apa gue gak salah denger? secepat itu kah? i won’t forget about what i’ve made last time : save the best for the last.
dengan seolah gak ada sesuatu hal yang besar keesokan harinya, gue hari itu berhasil menyembunyikan kegalauan di muka gue tentang berita tadi. andai ada seseorang yang bisa melihat, menembus, hingga menyingkap apa yang ada di balik senyum dan tawa palsu gue siang itu, pasti dia akan terpingkal melihat sesuatu yang bertolak belakang dibalik itu semua : raut keraguan, ketegangan, dan kegelisahan.
gue sebetulnya belum cukup pede untuk terbang solo pertama. gue nyadar sesadar-sadarnya sirkuit 1-3 gue belum cukup. tapi setelah lama gak terbang dan akhirnya kemaren terbang sirkuit 4, rasa pede itu muncul. sedikit. tapi cukup untuk bekal gue pas waktu solo cek. dan gue makin begitu yakin pas mau dinner di lounge, ngeliat jadwal di announcement board, ternyata instruktur yang bakal ngecek apakah gue qualifed buat terbang sendiri itu adalah capt wan. yuk, mari kita tidur cepeeeeettt malem ini, pikir gue.
“mil, tolong bangunin gue besok jam 6 pagi. kalo gak bangun, dobrak aja pintu gue yaa!”, saking semangatnya buat besok. doa dipanjatkan, restu dimintakan, dan semua harus dipersiapkan.
pagi buta, udah seger, udah rapi, udah wangi, udah ganteng. halaahhh… hehehe. gue juga udah sarapan di kamar. kebetulan masih ada muffin, lagian gue tau pagi itu pasti sarapannya burger. lebih baik burgernya disimpen buat cemilan sore hari, soalnya perut gue gak bisa nerima makanan seret kayak gitu pagi-pagi. untung hari ini Gilang sama Ryan ada jadwal terbang, setidaknya nanti ada yang ngambilin gambar dan ngerekam video gue pas lagi terbang. fyuhhh, i thought that i couldn’t share this moment to my beloved family out there. hahaha..
singkat cerita, hari itu udah preflight. pake si powerfull Delta Romeo. tapi pak kapiten belum juga keliatan. padahal 15 menit lagi harusnya udah mengudara. finally thanks God, someone saw him and told me that he is just coming.
alhamdulillah, semua prosedur mulai dari start-up bisa dilakukan dengan lancar. tes terbang pagi itu berjalan lancar, langit dan bumi beserta isinya seolah ikut mendukung gue agar bisa menang hari itu. cuaca cerah, tenang, teduh, lingkungan yang cukup membuat hati yang sebelumnya gelisah dan deg-deg-an, jadi ikutan tenang.
“gimme one more good landing…”, kata instruktur yang ngetes gue pagi itu. dengan tegas gue jawab : OK, sir!
pesawat menyentuh landasan, dan kemudian terbang lagi untuk melakukan sirkuit dan landing berikutnya. lalu muncul kalimat yang bikin gue kaget dan memasang tampang bloon : “tower, revise intention. request full stop landing.” dan dilanjutkan dengan : “okay, i let you go for your first solo”. gue sempet tersenyum simpul, tapi tetap dengan tampang bloon. tanpa kacamata terbang, semuanya terlihat jelas!. “are you ready?”, satu pertanyaan yang membuyarkan lamunan sejenak gue. tanpa ba-bi-bu : “yes, Sir. I’m ready. Thankyou, Sir!” – tentunya masih dengan tampang bloon.

huh, betapa bahagia dan tegangnya gue setelah menyadari kursi di sebelah kanan gue kosong. i was the one and only on the cockpit! i had to fly this aircraft by myself, all by my self, until i’ve got landed safely. first thing i did just after airborne was yelling like this : wohoooooooo!!! i’m going to my first solo flight!!!! it was wonderful, i even couldn’t believe that i was the one that flying the aircraft! huuuhhhh…
and everything was fine until prior to touchdown. i screwed up the finishing part – touchdown. i did forget to apply left rudder to gain the centerline. and the result was the aircraft skidded on the runway, and it made me scary enuff! at least, thanks God i’m alive and nothing happened with me and the aircraft.



perasaan lega, takut, seneng, gemetar, haru biru, dan semuanya bercampur aduk jadi satu. tanya sama dua temen gue yang waktu itu nunggu di apron, gimana keadaan gue saat itu.


Alhamdulillah, that was my God’s Almighty.
1st May 2009










pakciiiiiiieeeeeekk!!!
sumpaaaah!! kereeeeen.kereeeeeeeen! jadiii merinding bc ny . hehehehehe . ckmn pakciekk rs nyy ? wuiiiiihhh mantap bnrr yee pakciekkk :D :D asiiiik nian ckny , jd pengen jg . hahahaha :))
suksesss yaaaa pakciekkk, take care :)
Kenji : hihii.. thanks, cung. huhuhu campuraduk deh pokoknyo!
By: Manda on May 12, 2009
at 10:14 pm
SubhnAllah…….
merinding bc ni….keren abiz dah….
bs tmbh jdi motivasi q….mas keren…..exellent!!!!
Kenji : thanks, mudah2an cita2nya terwujud, amiiin.. terus berusaha dan berdoa ya..
By: Dienz Perdana on May 27, 2009
at 11:13 pm